Hukum Mengumandangkan Adzan dalam Keadaan Junub

Oleh : Asy Syaikh Al Allamah Al Muhaddits Nashiruddin Al Albani rahimahullah

Penanya : Bolehkah saya mengumandangkan adzan sementara saya dalam keadaan junub?

Jawab Syaikh –rahimahullah : “Ya, boleh”.

Sumber : Silsilah Al Huda Wan Nuur kaset no. 141

2 Tanggapan

  1. orang yang mengumandangkan adzam di sebut ?

    azan pertama kali di kumandangkan setelah rosulullah melakukan peristiwa?

    hukum mengumandangkan adzam ?

    • orang yang mengumandangkan adzan di sebut ?
      Jawab : muadzin

      azan pertama kali di kumandangkan setelah rosulullah melakukan
      peristiwa?
      Jawab : Abu Dawud mengisahkan bahwa Abdullah bin Zaid radhiyallahu’anhu meriwayatkan sbb : “Ketika cara memanggil kaum muslimin untuk sholat dimusyawarahkan, suatu malam dalam tidurku aku bermimpi. Aku melihat ada seseorang sedang menenteng sebuah lonceng. Aku dekati orang itu dan bertanya kepadanya apakah ia ada maksud hendak menjual lonceng itu. Jika memang begitu aku memintanya untuk menjual kepadaku saja.
      Orang tersebut malah bertanya,” Untuk apa ?
      Aku menjawabnya,”Bahwa dengan membunyikan lonceng itu, kami dapat memanggil kaum muslim untuk menunaikan sholat.”
      Orang itu berkata lagi,”Maukah kau kuajari cara yang lebih baik ?”
      Dan aku menjawab ” Ya !”
      Lalu dia berkata lagi, dan kali ini dengan suara yang amat lantang ,” Allahu Akbar,…Allahu Akbar…..”

      Ketika esoknya aku bangun, aku menemui Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dan menceritakan perihal mimpi itu kepada beliau. Dan beliau berkata,”Itu mimpi yang sebetulnya nyata. Berdirilah disamping Bilal dan ajarilah dia bagaimana mengucapkan kalimat itu. Dia harus mengumandangkan adzan seperti itu dan dia memiliki suara yang amat lantang.” Lalu akupun melakukan hal itu bersama Bilal.”

      Rupanya, mimpi serupa dialami pula oleh Umar radhiallahu’anhu, ia juga menceritakannya kepada Rasulullah shallahu’alaihi wasallam . Nabi bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas semua ini.

      hukum mengumandangkan adzan?
      Jawab : Adzan hukumnya fardhu kifayah bagi laki-laki ketika sudah masuk waktu sholat lima waktu, termasuk di dalamnya sholat jum’at. Artinya jika salah satu laki-laki dari kaum muslimin telah mengumandangkan adzan ketika telah masuk waktu sholat Maghrib umpamanya, maka gugurlah kewajiban atas semua laki-laki dari kaum muslimin yang lain. Sebaliknya jika tidak ada satupun yang mengumandangkan adzan ketika sudah masuk waktu sholat wajib, maka seluruh kaum muslimin berdosa.

      Dalilnya adalah hadist Malik bin al- Huwairisi bahwasanya Rosulullah sholahu ‘alaihi wa as- salam bersabda :

      فإذا حضرت الصلاة فليؤذن لكم أحدكم ثم ليؤمكم أكبركم

      “Jika waktu sholat telah tiba, hendaklah salah seorang diantara kalian mengumandangkan adzan untuk kalian dan hendaklah orang yang paling tua diantara kalian yang menjadi imam.(HR Bukhari dan Muslim )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: